Segala Puji bagi Allah Kita memuji Nya dan meminta pertolongan Nya Serta memohon ampunan Nya .

Allah Maha Besar sempurna kebesaran Nya Segala puji hanya bagi Allah Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang .

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada – Ku”

Makna ibadah secara bahasa adalah (menghinakan, merendahkan diri)

Sedangkan menurut istilah adalah suatu nama yang mencakup secara menyeluruh segala yang dicintai dan di ridhai oleh Allah SWT, baik itu ucapan perbuatan yang lahir maupun bathin .

Ibadah ada dua macam

Ibadah Mahdoh dan ghair Mahdoh.

Ibadah Mahdoh adalah ibadah ritual (harus sesuai contoh Rosulullah)

misalnya  Shalat, puasa dst

Ibadah ghair Mahdoh adalah non ritual lebih di kenal dengan muamalah

misalNya berbuat baik kepada kedua orang tua, berbuat kepada sesama mahluk Allah

berdagang dsb

Ibadah yang paling pertama di hisab adalah Shalat yang lima waktu wajib hukumya .

Kenapa Allah SWT memerintahkan Shalat?

Karena dengan shalat lima  kali dlm sehari kita menjadi manusia yang paling  bahagia, badan kita sehat, kehidupan berkah tidak ada beban ada masalah selalu Allah berikan solusinya.

Shalat menjadi kebutuhan lahir dan bathin.

Di dalam shalat full do’a berhadapan hanya dengan Allah saja tidak ada yang lain.

Begitu panggialn adzan berkumandang segerakan bersuci dan dirikanlah shalat.

وَالَّذِ يْنَ اٰمَنُوْا اَشَدُّحُبَّالِلّٰهِ

“Dan orang2 yang  beriman

sangat cinta kepada Allah ”

QS Al-Baqarah 165

Biasakan lah dirikita selalu muroqobah yaitu selalu merasa di awasi oleh siapa? Bukan oleh manusia, tapi Allah mengawasi kita siang dan malam tidak ada yang terlewat.

Kalau Allah sudah cinta kepada  hambanya berbahagialah.

Buah manis dari Ibadahnya yang lurus  dan tidak musyrik akan dipetiknya dikehidupan dunia maupun akhirat kelak.

Allah SWT tidak menilai hambanya dari kekayaan, kecerdasan, fisik maupun kedudukannya, tapi hanya ketaqwaan nya.

Maka jadilah manusia  yang sami’na wa ato’na “mendengar dan ta’at” perintah NYA.

Mudah2an uraian di atas ini menjadi penyejuk qalbu agar kita selalu berlomba dalam kebaikan, آمين…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *