Bupati sumbang 10 juta bagi kampung kurang sampah kertawangi.

foto Yusuf*| Kepala Desa Kertawangi Yanto “Steve” Ewon ketika sedang memperlihatkan sumbangan dari Bupati KBB Aa Umbara Sutisna.

KBB SRI,– Peresmian kampung kurang sampah oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB), Aa Umbara Sutisna, Selasa (14/7/2020). di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, kabupaten Bandung Barat, acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Apung Hadiat Purwoko, Adm Perum Perhutani Bandung Utara, Komarudin, Kapolsek Cisarua, Camat Cisarua, para Kades se-Kecamatan Cisarua, serta tamu undangan lainnya.

Dan masyarakat melihatpun sangat antusias dengan kegiatan tersebut.

Di katakan orang nomer satu di KBB itu dalam sambutan nya, bahwa selain atas permintaan Kepala desa untuk meresmikan Kampung Kurang Sampah, juga bangga sebab ada pihak yang mau berinovasi mengenai penanganan sampah di KBB,

Masih kata Aa, dirinya tidak mau memberikan penghargaan saat ini, di evaluasi progres nya, karena takutnya hanya bertahan beberapa bulan saja.

” Nanti akan di pantau selama 3-6 bulan ke depan, bagaimana sampah-sampah tersebut di tranformasikan, apa nantinya bisa berguna dijadikan pupuk organik atau yang lainnya”

Melihat hal itu, lanjut  Umbara, pihak nya (pemkab) melalui DLH akan mengalokasikan sementara dalam konteks ini  untuk 7 desa selanjut nya di lihat progres nya, apabila sukses semua wilayah akan diterapkan hal yang sama, jelas nya.

foto Yusuf*| para kader PKK Desa Kertawangi ketika sedang menanam sayuran didalam polybek yang dalam campuran tanah dan pupuk organik.

Bupati berharap desa kertawangi bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam melakukan program peduli sampah karena KBB di kenal akan destinasi wisata nya sehingga kebersihan merupakan prioritas.

Dalam kesempatan itu sebagai bentuk apresiasi secara simbolis bupati memberikan uang stimulan tunai sebesar 10 juta untuk kampung kurang sampah yang di terima kepala desa kertawangi.

Kepala desa Kertawangi Yanto”Steve” Ewon, dalam sambutan nya, mengucapkan terima kasih atas pemberian serta prakarsa bupati dalam hal tersebut kemudian menjelaskan bahwa awal terealisasi nya kampung sampah terinspirasi dari setiap kegiatan bupati yang selalu mensosialisasikan tentang menjaga kebersihan kepada masyarakat, dengan demikian, Ewon, atas kerja sama dengan rekan yang mensupport sepakat mendirikan kampung kurang sampah.

Sampah tersebut, lanjut Ewon, untuk dijadikan pupuk, yang awal pengolahan nya sampah bermodal 3 juta dari bumdes. dari inovasi ini akan menghasilan pupuk yang lebih banyak.

” Proses nya memungut sampah dari warga untuk dipilih dan dipilah, sementara sampah rumah tangga untuk dijadikan kompos organik ” Terang, Kepala desa yang juga aktifis lingkungan hidup itu.**(Yusuf/Euis K*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *