35 Ha Sawah, Gagal Panen Karena Kekeringan.

Foto Heri A* | Kepala Desa Tanjungmulya Yusep Kirman. S Ap.

Garut gemmarakyat.com,– Kurang-lebih 35 hektar tanaman padi (sawah) di kampung  nagarawangi RT 02, rw 06, Desa Tanjugmulya Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut di pastikan gagal panen tahun ini.

tanaman padi yang di tanam para petani tidak kunjung berbuah, tumbuh kerdil, hal ini di sinyalir karena sejak tanam, padi tidak mendapatkan suplaian air yang cukup.

Dua orang penggarap sawah di desa tanjungmulya, ketika ditemai media, yakni Ustad Salim dan Ustad Yaya, menjelaskan, karea padinya tidak mendapat suplai air yang cukup sejak ditanam karena area sawah (tadah hujan) jarang di aliri air.

sawah tadah hujan,karena saluran irigasi tidak ada kepastian dan ini menggagalkan panen, kondisi sawahnya yang retak-retak dan kering apalagi sudah hampir 2 sampai 3 bulan tidak pernah ada hujan dan sawah di sini jarang terkena air, ujar dia.

Ditempat terpisah, Kades  Tanjungmulya Yusep Kirman S.Ap, menjelaskan  para petani di desa kami memperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, karena biaya tidak sedikit mulai dari operasional,  pengelolaan bibit, sarana produksi dan lain sebagainya,  yang di keluarkan petani, ini belum termasuk biaya pembelian pupuk, biaya garap, dan biaya lainya, katanya.

lebih lanjut, Yusep Kirman yang akrab di panggil Iyus Dengan keadan seperti ini, kami hanya berharap mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi, karena ini sudah kesekian kalinya.

Petani di desa tanjungmulya gagal panen salah satu penyebabnya tidak ada pengairan sawah (Irigasi), saya sebagai kepala desa dan para petani sangat mengharapkan kepada Pemerintah kabupaten, untuk bisa mencarikan solusi, agar petani di wilayah kami ini tetap produktip, meskipun musim kering. dan para petani lainya berharap adanya bantuan saluran irigasi atau embung untuk mengairi areal sawah yang tak jauh dari sungai cikandang atau minimal di buatkan sistem pompanisasi dengan mengairi sawah agar mereka tetap bisa panen meski musim kemaru, pungkasnya **(Heri A*).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *